Inhumane – Chapter 11

Merely Means to an End

Kata-kata terakhir Andrea, bila kuingat sekarang, semakin membuatku merasa bahwa dia tak mengatakannya padaku atau pun Martha, tapi lebih kepada mengingatkan dirinya sendiri. Aku mengakhiri ceritaku. Dan Cal hanya bisa mengusap-usap wajahnya yang terlihat resah. Berapa kali pun dia usap, keresahan itu tak akan hilang. Aku bisa mengerti, tak semua orang akan menyangka akhirnya akan seperti ini. Bahkan wanita sekuat dan setegar Andrea pun sempat goyah. Martha dan aku yang tak begitu peduli pun, sempat menikmati pemandangan mengerikan di Kamp.

Aku tak bisa menyalahkan Elizabeth yang pergi meninggalkanku, dan tak mau mengenalku lagi setelah ku ceritakan apa yang telah terjadi. Aku mencoba mencari Gil untuk meminta maaf, tapi kawan lama yang telah ku khianati, menghilang tanpa jejak. Ada kabar, kalau peserta yang dipulangkan dari Kamp, sebenarnya tak pernah kembali ke rumah. Sebab Mag juga hilang begitu saja. Mereka berdua lenyap. Aku telah membunuh mereka.

“Kau dan aku sebenarnya tak jauh berbeda,” ucapan Mephisto pada hari itu masih terngiang. Selalu terngiang setiap kali aku merasa tak berdaya.

Kehidupanku berubah seutuhnya. Segala yang kutahu dan segala yang kumengerti, kini tak masuk akal lagi. Bila aku bisa mengulang kembali, sebenarnya tak ada satu pun yang dapat kulakukan untuk menghentikan mereka membunuh Mephisto. Berdiri dan melihat. Kami hanya seputus asa itu. Kemanusiaan kami dipertanyakan. Dan jawabannya telah ditentukan.

 

“Sebelum Theo pergi menjemputmu, dia memberikan menitipkan pesan padaku,” ujar Cal, memecah keheningan di antara kami berdua. Pria tua itu bangkit berdiri, menghampiri sebuah lemari berlaci-laci, hendak mengambil sesuatu yang ia simpan sendiri. 

Aku diam tak menjawab, menunggunya kembali ke tempat duduk semula, membawa sepucuk surat yang kemudian ia berikan padaku. Aku menerima surat itu, tapi tak langsung membukanya. Kubaca tulisan di bagian depan amplop, tertulis, ‘untuk Marien’ dengan tulisan tangan Theo yang khas. Mataku berkaca-kaca, nyaris menitikkan air mata. Ketika aku hendak membuka isinya, Cal mendekat dan menghentikan tanganku.

“Kau boleh membukanya kapan saja,” ujar Cal, “begitu yang Theo bilang padaku.”

Aku pun mengurungkan niatku. Memilih menyimpan surat Theo dalam saku, dan membawanya pulang ke rumah ibuku di hari berikutnya, tak ku intip atau kubuka sedikit pun.

Sepuluh tahun dari sekarang. Aku masih membiarkan surat Theo tak terbaca. Namun tetap kusimpan dan kubawa kemana pun aku pergi, bahkan saat pindah dari Olimpus ke negara lain. Juga di saat aku membuka kembali usahaku dan berkenalan dengan orang-orang baru. Mungkin ketika aku bertemu dengan seorang pria yang akhirnya kunikahi, atau sampai memiliki anak pertama, kedua dan seterusnya. Surat itu pun akan ku genggam sampai aku berada dalam peti mati nanti. Membiarkannya tak dibuka sama sekali. Karena hanya dengan begitu, aku akan selalu mengingat, ayahku memiliki pesan yang penting untuk kuingat kapan saja.

Inhumane

Inhumane

Score 6
Status: Completed Type: Author: Released: 2017 Native Language: Bahasa Indonesia
Musim dingin tahun lalu, muda-mudi yang pernah menerima beasiswa dari pemerintah, tiba-tiba dikumpulkan untuk membantu polisi menangani kasus pembunuhan sadis yang menargetkan para Jendral, anggota partai politik, dan para mentri. Marien adalah salah satu penerima beasiswa itu, dan ia mau tak mau terlibat dalam penyelidikan. Anehnya, setelah kasus itu dinyatakan usai, Marien berubah menjadi pemurung. Hanya Marien satu-satunya yang tidak bisa merasa bahagia saat penjahatnya telah ditangkap. Sepertinya ada hal yang Marien ketahui, namun tidak dapat ia ungkapkan pada sembarang orang. Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa pembunuh berdarah dingin itu? Dan apa yang diketahui oleh Marien sampai tak mudah diceritakan pada orang lain? [[KEBIJAKAN PEMBACA SANGAT DISARANKAN. This story contains graphic depictions of violence, sexuality, strong language, and/or other mature themes.]]   WRITERS OF TOMORROW © ALL RIGHTS RESERVED

Comment

Leave a Reply

Options

not work with dark mode
Reset